Sabtu, 04 Januari 2014

Perjuangan Mencapai Kesuksesan

Perjuangan Mencapai Kesuksesan

Bayu, seorang anak laki-laki yang sangat semangat dalam mencapai cita-citanya. Dia anak ke-7 dari 8 bersaudara yang hidup dari keluarga sangat sederhana. Bapaknya hanya seorang buruh tani, dan ibunya seorang ibu rumah tangga biasa. Waktu ia berumur 8 tahun, ibunya meninggal dunia. Tetapi dia tidak sedih berlarut-larut. Sejak Bayu duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, dia ingin sekali menjadi seorang Insinyur Pertanian. Namun, Bayu paling tidak suka pelajaran fisika, kimia, dan matematika.

Suatu hari saat Bayu pulang dari sekolah, dia berbicara pada bapaknya tentang cita-citanya menjadi Insinyur Pertanian.
‘’Pak, Bayu mau kuliah di IPB’’, Bayu bilang ke bapaknya.
‘’IPB tu apa le ?’’, jawab sang bapak.
‘’Duh bapak ni gimana sih ?! IPB itu Instiut Pertanian Bogor, sekolah pertanian, pak. Bayu mau jadi Insinyur Pertanian nanti’’, sahut Bayu.
Mendengar ucapan Bayu, bapaknya cuma diam dan tidak berkomentar satu katapun. Bapak langsung pergi lagi ke kebun meninggalkan Bayu.

Bayu ingin sekali menjadi Insinyur Pertanian, sampai akhirnya Bayu mempelajari tentang ilmu pertanian, dan langsung praktek di halaman belakang rumahnya yang ukurannya 2mx3m, dan menanam jamur merang. Setelah beberapa minggu kemudian, jamur dipanen. Bayu pergi ke rumah budenya buat minta tolong di masakin ‘botok jamur’ (makanan jawa).
‘’Bude, masakin Bayu botok yaa ?. ini sudah Bayu bawakan jamurnya dengan kelapa.’’, ujar Bayu.
‘’Iya Bayu. Tunggu yaa, bude masakin dulu...’’, kata bude pada Bayu.
Beberapa menit kemudian.........
‘’Bayu, ini sudah bude masakin botoknya. Jangan lupa di bagi dengan adik dan bapak mu yaa ???’’, ucap bude.
‘’waaaaahhhh, terima kasih yaa bude. Kalau begitu Bayu pulang dulu.’’,pamit Bayu sambil membawa rantang isi botok.
Sambil berjalan menuju rumah Bayu bicara sendiri.
‘’Sebentar lagi bapak pulang, aku harus sampai di rumah duluan, terus menyiapkan makan buat bapak sama adik.’’

Sesampainya di rumah, Bayu langsung menyiapkan piring, nasi, dan botok di meja makan, jadi kalau bapaknya pulang bisa langsung makan. Tak lama kemudian bapak pulang...
‘’Pak, tadi pagi kan Bayu habis panen jamur merang, ini sudah dimasakin sama bude, kita makan yuuk pak ?!.’’, ajak Bayu.
‘’Bapak masih kenyang, nak. Kamu makan saja sama adik. Bapak mau mandi dulu.’’
Tidak menunggu lama-lama, Bayu langsung mengambil nasi dan lauknya. Dia makan dengan lahap. Selesai makan beberapa menit, tiba-tiba Bayu merasa pusing dan mual-mual. Sampai-sampai dia bolak-balik ke kamar mandi. Bayu masuk ke kamar langsung tidur menarik selimut sambil menggigil.
Rrrrrreeeeeetttttt..... bapak membuka pintu kamar Bayu.
‘’Kamu kenapa ???.’’, tanya bapak.
‘’enggak tau nih pak, tiba-tiba Bayu mual dan pusing habis makan botok yang Bayu panen tadi..’’ L, jawab Bayu.
‘’Ohh, itu namanya keracunan. Harusnya jamur itu di panen 3 hari yang lalu.’’, sahut bapak.
‘’Kenapa bapak enggak ngasih tau kalau sudah harus di panen 3 hari yang lalu ?. kalau bapak bilang kan Bayu tidak keracunan gini....!!!’’, lagi jawab Bayu.
‘’Bapak sengaja enggak bilang, karena biar kamu tahu rasanya racun itu gimana.hahahahhahaha......... J’’, ujar bapak.
Bapak Bayu memang orangnya cuek banget. Tetapi tak lama kemudian, bapak menyuruh adik memetik kelapa ijo di pohon, karena kelapa ijo dapat menetralisir racun dalam tubuh.
‘’Nih, kamu minum air kelapa ijonya.’’, suruh bapak pada Bayu.
Gleekk...Gleekk...Gleekk...Gleekk...
Bayu menghabiskan air kelapa ijonya, dan bapak menyuruhnya tidur.

Paginya, Bayu bangun tidur, dia merasa lebih enakan badannya dari yang kemarin sore. Kebetulan hari ini adalah hari Minggu. Bayu membantu bapak membajak sawah. Di hari yang sama, kakak Bayu jatuh dari pohon. Kakak Bayu hanya terdiam bak orang yang shock, dia cuma diam dan matanya melotot. Akhirnya bapak menampar bolak balik, sampai akhirnya kakak menangis.

Dua minggu lagi Bayu akan menghadapi Ujian Nasional (UN). Bayu bersiap-siap untuk melaksanakan UN dengan hasil yang memuaskan dan bisa menggapai cita-citanya itu...

Waktu dua minggu sudah berlalu. Besok Bayu akan melaksanakan UN. Hari demi hari, waktu demi waktu, sudah Bayu lewati dengan penuh halangan dan tantangan, UN selesai dilaksanakan dengan baik. Bayu tinggal menunggu hasil selama 3 tahun dia duduk di bangku SMA. Hasil di umumkan dua minggu lagi.
Bayu mendapat sepucuk surat dari kakaknya yang tinggal di Jakarta.

‘’Assalamualaikum wr.wb.
Dik, apa kabar ?. Bapak sama Andi gimana ?. Semoga dalam perlindungan Allah. Amiiiiinnnnn.....
Sengaja kakak kirimkan surat beserta formulir pendaftaran SNMPTN di IKIP (yang sekarang bernama UNJ). Kakak sangat berharap kamu bisa masuk ke Perguruan Tinggi Negeri. Tanggal 25 setelah pengumuman kelulusan, kamu harus berangkat ke Jakarta apapun yang terjadi...
Sudah dulu surat dari kakak. Pokoknya, kakak tunggu kamu di Jakarta.
Salam buat bapak.
Wassalam.’’

Pengumuman kelulusan tiba !. Bayu menunggu hasil nilai ujiannya.
Hasil yang sangat memuaskan !!!!..... Bayu siswa yang lulus dengan nilai terbaik di sekolahnya. Saat mendengar kabar itu, Bayu sangat gembira, dan dia langsung pulang untuk memberi tahu bapak dan adiknya.
‘’Pak, Bayu lulus...Bayu lulus.....!!!!!!’’, teriak Bayu dengan semangat.
‘’Alhamdulillah nak, kamu lulus. Selamat ya !’’, bapak memberikan ucapan selamat pada Bayu.
‘’Iya pak, terima kasih. Ini juga berkat dukungan bapak, Bayu bisa lulus, dan Bayu bisa kuliah.’’, jawab Bayu dengan rasa gembira.
Tiga hari setelah pengumuman kelulusan, Bayu pun berangkat ke Jakarta, hanya membawa pakaian, formulir pendaftaran yang di berikan kakaknya. Sebelum berangkat, Bayu berpamitan dari pintu ke pintu rumah sanak saudaranya. Dia berharap ada yang memberinya uang. Tetapi tak ada satupun yang memberinya bekal buat ke Jakarta. Dalam perjalanan pulang, dia bertemu kakak sepupunya yang menyuruh Bayu untuk dateng ke kantornya. Sesampai di kantor, ia langsung menuju ruang kakak sepupunya itu.

Bayu di beri uang Rp. 5000,- untuk berangkat ke Jakarta. Bayu pun bersyukur, dan dia bergegas berangkat ke Jakarta.
‘’Tidak mungkin aku ke Jakarta naik kereta. Harga tiketnya saja Rp.11000,-. Sedangkan aku cuma punya duit Rp. 5000,- ?!.’’, ujar Bayu.
Akhirnya dengan membawa modal nekat dan uang Rp 5000,-, Bayu berangkat ke Jakarta numpang naik truk yang membawa kayu-kayu untuk di bawa ke Jakarta. Kebetulan sang supir dan temannya kenal dengan Bayu. Bayu pun bisa bernafas lega......
‘’terima kasih ya pakde sudah mengizinkan aku menumpang sampai ke Jakarta.’’, ucap Bayu.
‘’iya, sama-sama. Bapakmu kan teman pakde, wajarlah kita saling bantu.’’ Jawab sang supir.

Di perjalanan, sejenak sang supir memberhentikan truknya untuk beristirahat. Bayu pun ikut istirahat. Tak lama, Bayu melanjutkan perjalanan menuju kota tujuan. Setelah melakukan perjalanan hampir 9 jam, akhirnya Bayu sampai di Jakarta. Tapi, perjalanan Bayu belum selesai. Bayu masih harus ganti mobil untuk sampai ke Depok. Supir mencarikan mobil menuju Depok. Bayu melanjutkan lagi perjalanannya.
Melanjutkan perjalanan 3 jam lamanya, akhirnya Bayu tiba di rumah kakaknya. Yaaaa.... perjalanan yang cukup panjang. Tapi itu belum seberapa. Sesampainya di rumah sang kakak, Bayu beristirahat. Keesokan harinya, Bayu mengisi formulir IKIP yang di berikan kakaknya.

Sebelum Bayu ikut tes di IKIP, dia tes di IPB, kampus yang di impikannya. Dua hari sesudah tes di IPB, hari ini saatnya Bayu tes di IKIP, Jakarta. Setelah mengikuti tes di Universitas yang berbeda, hasil pun keluar. Ternyata Bayu di terima di IKIP. Sempat kecil hati karena dia tidak masuk di kampus yang diimpikan sejak dulu. Apa mau di kata, Tuhan berkehendak lain. Sekarang Bayu menjadi seorang mahasiswa fakultas ilmu fisika, berlawanan dengan cita-citanya yang ingin menjadi Insinyur Pertanian.

Saat ia kuliah ada satu geng yang beranggotakan 6 perempuan, yang mau jail sama Bayu. Keenam gadis itu taruhan, siapa yang bisa mendapatkan Bayu, dia di traktir selama sebulan sama teman-temannya. Dan akhirnya, salah satu dari mereka berhasil mendapatkan Bayu. Bayu tidak tahu kalau dia cuma di kerjai sama gadis-gadis kampus itu. Malangnya nasib Bayu.

Tiga tahun di kampus itu, Bayu pun di wisuda. Sampai saat itu, Bayu tidak tahu kalau selama in dia cuma di kerjain sama gadis-gadis itu. Sekarang Bayu mengajar di sebuah SMA di Jakarta. Tak lama ia mengajar disana, Bayu pindah mengajar di SMA swasta di daerah Depok.


Tahun 2002, Bayu mulai mengajar di SMA Pelita Bangsa, sebagai guru fisika. Dia disukai oleh banyak murid karena wajahnya yang tampan dan suka bercanda dengan murid-murid di sekolah. Satu tahun mengajar di sekolah itu, dia merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama oleh seorang guru bahasa Indonesia yang bernama Marisa. Benih-benih cinta pun mulai tumbuh di antara mereka. Bayu mulai mendekati si guru cantik itu. PDKT (istilah anak muda jaman sekarang) dalam waktu singkat, mereka pun pacaran. Setiap bertemu dengan murid-muridnya, pasti di sorakin. Muka pun berubah menjadi merah marun menahan rasa malu, tetapi senang. Tak terasa hubungan mereka semakin kuat, dan memutuskan untuk menikah. Saat ini, Bayu dikaruniai dua orang anak. Sampai sekarang, Bayu masih mengajar di SMA Pelita Bangsa, sedangkan Marisa menjadi ibu rumah tangga. Dan mereka pun hidup bahagia.....